Pria
kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan ini tampak begitu meyakinkan.
Tidak tampak sedikit pun rasa cemas atau grogi di wajahnya. Gaya
bahasanya lugas. Alhasil, disertasinya yang berjudul Kinerja Support Vector Machine pada Klasifikasi Distorsi Akuisisi Citra Sidik Jari Berbasis Multi Fitur menjadi menarik.
Dalam
disertasinya, Rahmat mencoba untuk menghadirkan alternatif proses
klasifikasi jenis distorsi (perubahan bentuk, red) akuisisi citra sidik
jari manusia. Ia membagi jenis distorsi tersebut dalam tiga bagian
yakni: kering, netral, dan berminyak. Untuk mengukurnya, Rahmat
mengandalkan metode Support Vector Machine (SVM) yang berbasis perhitungan statistika.
Rahmat
mengaku, penelitian yang menggunakan kriteria distorsi akuisisi citra
sidik jari kering, netral, dan berminyak seperti itu belum pernah
diadakan sebelumnya. Oleh karena itu, ia menilai bahwa hasil
penelitiannya akan banyak digunakan dalam berbagai kondisi sosial.
Contohnya identifikasi pelaku kejahatan atau pendaftaran e-KTP (Kartu
Tanda Penduduk).
Pria
yang juga menjadi Dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri Makasar
(UNM) ini menjelaskan, pengambilan sidik jari pada berbagai aplikasi
sering kali bermasalah dan terjadi distorsi. Sehingga, kualitas sidik
jari yang dihasilkan pun berkualitas rendah. "Karenannya, klasifikasi
distorsi secara lebih dini dapat meningkatkan akurasi dan kualitas citra
sidik jari," ungkapnya.
Diusulkan Punya Tim Riset
Keberhasilan Rahmat dalam penelitiannya tidak saja mendapat apresiasi dari Sivitas Akademika ITS. Keberhasilan ini juga mendapat sambutan hangat dari instansi tempatnya mengajar. Buktinya, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam (FMIPA) UNM, Prof Dr H Hamzah Upu MPd, sampai menyempatkan diri untuk hadir dalam sidang terbuka ini.
Keberhasilan Rahmat dalam penelitiannya tidak saja mendapat apresiasi dari Sivitas Akademika ITS. Keberhasilan ini juga mendapat sambutan hangat dari instansi tempatnya mengajar. Buktinya, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam (FMIPA) UNM, Prof Dr H Hamzah Upu MPd, sampai menyempatkan diri untuk hadir dalam sidang terbuka ini.
Dalam
kesempatan ini, Hamzah ikut mengamini permintaan tim penyanggah agar
dibentuk tim riset di fakultasnya. Tim ini bertugas untuk mengembangkan
penelitian yang telah dilakukan Rahmat dalam identifikasi sidik jari.
"Memang, masih banyak yang harus di eksplor dari penelitian ini," tutup Rahmat singkat. (ram/nir)
sumber : http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=10584
Tidak ada komentar:
Posting Komentar