Rabu, 14 November 2012

Cemburu dalam kebaikan

Oleh Jarjani Usman

“Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari di mana matahari terbit lalu kalian berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, menolong seseorang yang berkendaraan lalu kalian membantunya naik kendaraan atau mengangkat barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan di jalan adalah sedekah” (HR. Bukhari & Muslim).

Setiap insan normal memiliki rasa cemburu. Seringkali rasa cemburu itu bergejolak manakala mendapati orang lain memiliki kelebihan, seperti kelebihan fisik atau kelebihan harta. Namun bagi para sahabat Rasulullah yang miskin dari kalangan Muhajirin, yang mereka cemburui ialah karena pahala yang banyak yang bakal diperoleh orang-orang kaya.

Lantas mereka mengemukakan rasa cemburunya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala amat banyak; mereka shalat sebagaimana kami shalat; mereka puasa sebagaimana kami puasa; dan, mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami yang miskin tidak mampu melakukan sebagaimana mereka lakukan).”

Mendengar ungkapan perasaan itu, Rasulullah SAW pun menanggapinya, “Bukankah Allah telah memberi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah. Setiap takbir juga sedekah. Setiap tahmid merupakan sedekah. Setiap tahlil merupakan sedekah. Amar makruf nahi munkar merupakan sedekah, dan setiap menyalurkan syahwat kalian merupakan sedekah.”

Lalu mereka bertanya, “Ya Rasulullah, masa dikatakan berpahala menyalurkan syahwat?” Rasulullah menimpali, “Bagaimana menurut kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikian halnya jika hal tersebut ditempatkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala.”

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/11/13/cemburu-dalam-kebaikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar